TECHNOLOGY

Peneliti Universitas Queensland Temukan Cacing Super Pemakan Plastik

Indonesiaplus.id – Kemampuan cacing super yang bisa memakan polystyrene atau styrofoam dan mencernanya melalui enzim bakteri yang ada di dalam usus mereka diteliti oleh Peneliti di Australia.

Larva kumbang adalah spesies zophobas morio dan yang disebut sebagai superworm atau cacing super. Cacing super dinilai bisa membantu proses daur ulang styrofoam yang selama ini bahan itu tidak dapat didaur ulang.

“Cacing super seperti tanaman daur ulang mini ini, merobek-robek polystyrene dengan mulutnya dan kemudian memberi makan bakteri di usus mereka,” ujar Dr Chris Rinke, Jumat (24/6).

Tim peneliti dari Universitas Queensland di Australia menguji tiga kelompok cacing super tersebut dengan memberi makanan yang berbeda selama tiga minggu.

Kelompok cacing super dapat bertahan hidup, bahkan memakan polystyrene tampak bertambah berat badannya. Peneliti menemukan beberapa enzim yang ada dalam usus cacing super memiliki kemampuan untuk mendegradasi polystyrene dan styrene.

Keduanya biasanya digunakan sebagai wadah makanan dan barang-barang lainnya seperti isolasi dan suku cadang mobil.

Namun, penelitian tidak mengarah menciptakan peternakan cacing secara besar-besaran yang berfungsi ganda sebagai pabrik daur ulang. Sebaliknya, para peneliti berharap bisa mengidentifikasi enzim bakteri mana yang paling efektif sehingga dapat direproduksi dalam skala besar untuk didaur ulang.

Penelitian dipublikasikan di Microbial Genomics, jenis plastik tersebut akan diparut secara mekanis, sebelum diolah dengan enzim cacing super.

“Produk penguraian dari reaksi ini kemudian dapat digunakan oleh mikroba lain untuk membuat senyawa bernilai tinggi seperti bioplastik,” ujar Dr Rinke.

Selain itu, peneliti juga telah berhasil menggunakan bakteri dan jamur untuk mengurai plastik. Penelitian ini mengarah pemahaman bakteri di dalam usus cacing super melakukan ini pada tingkat molekuler. Dimana bakteri itu dapat dapat membantu proses daur ulang.[nan]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close