TECHNOLOGY

Ilmuwan Biologi Sebut Tikus Bisa Lahirkan Covid-19 Baru

Indonesiaplus.id – Para ilmuwan biologi dalam riset teranyar menyebut tikus bisa menjadi pembawa virus seperti Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) tanpa gejala (asimptomatik).

Temuan tersebut mempertegas wabah Covid-19 berikutnya akan lahir dari tikus.

Dilansir Daily Mail Sabtu (20/11/2021), temuan tersebut diperoleh dari studi penelitian Universitas Princeton yang melakukan analisis genomik dari berbagai spesies mamalia dengan melihat secara khusus pada reseptor yang dibawa oleh virus SARS.

Menurut para ahli menemukan bahwa bukti beberapa spesies tikus yang sebelumnya berulang kali terpapar Covid-19 menyebabkan hewan cenderung mengembangkan tingkat resistensi tertentu.

Dalam studi yang dilakukan oleh Ahli Biologi Molekuler, Dr. Sean King dan Ilmuwan Komputer, Prof. Mona Singh dari universitas yang sama.

Para ilmuwan telah melalukan studi yang menunjukkan tikus telah hidup lama sebelumnya lebih mungkin terinfeksi virus seperti SARS berulang kali.

“Kondisi ini meningkatkan kemungkinan bahwa beberapa spesies tikus modern dapat menjadi pembawa virus SARS tanpa gejala, termasuk yang belum ditemukan,” ungkapnya.

SARS-CoV-2 adalah virus penyebab infeksi Covid-19 yang bersifat zoonosis artinya ditularkan dari hewan ke manusia.

Dalam penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kelelawar tapal kuda di China memiliki berbagai jenis SARS tanpa menunjukkan gejala yang ekstrem.

Dengan mengidentifikasi hewan yang mungkin memiliki perlindungan serupa terhadap infeksi tersebut dan dapat berfungsi sebagai reservoir virus penting untuk mencegah wabah di masa depan.[nan]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close