POLITICS

Penting! Pertanyaan Debat Pilpres Gali Visi-Misi Paslon

Selasa, 8 Januari 2019

Indonesiaplus.id – Debat perdana Pilpres 2019 yang akan digelar Kamis (17/1/2019) dan tim panelis telah merampungkan daftar pertanyaan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan pertanyaan akan menggali visi-misi pasangan calon (paslon).

“Untuk proses pembuatan soal yang dilakukan panelis juga mempertimbangkan visi misi masing-masing paslon yang sudah diserahkan kepada KPU,” kata Komisioner KPU, Wahyu Setiawan di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

Menurut Wahyu bahwa bentuk pertanyaan pada debat Pilpres tidak sama dengan bentuk soal pada ujian. Pertanyaan untuk debat pilpres disusun panelis dalam bentuk abstrak dari setiap isu yang diangkat dengan mempertimbangkan visi-misi paslon.

“Untuk soal yang dimaksud lebih bersifat pendalaman atas visi misi yang sudah disusun paslon,” katanya.

Tim panelis total membuat 20 pertanyaan, masing-masing tema berjumlah lima pertanyaan. Adapun tema yang diangkat dalam debat perdana meliputi isu hukum, korupsi, terorisme, dan hak asasi manusia (HAM).

Namun, secara umum ada dua jenis pertanyaan dalam debat perdana pilpres, yaitu pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup. Untuk perrtanyaan terbuka, KPU menyampaikan kisi-kisinya kepada masing-masing paslon tujuh hari sebelum pelaksanaan debat.

Untuk pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang diajukan paslon kepada paslon lain. Semua paslon tidak saling mengetahui pertanyaan yang ditujukan kepada mereka.

Semua pihak, termasuk tim kampanye kedua paslon sudah sepakat dengan metode ini, “kami punya dokumen berita acara bahwa itu disetujui semua pihak. Jadi sudah jelas sebetulnya,” tegasnya.

KPU membantah model pertanyaan terbuka disebut ‘pembocoran soal’. Menurut Wahyu, kisi-kisi pertanyaan dikirimkan kepada paslon secara resmi, sehingga tidak tepat jika disebut ‘pembocoran’.

“Saya bisa pastikan tidak ada istilah pembocoran. Kami bekerja dilandasi kejujuran dan transparan begini format yang dipilih bersama,” ungkapnya.

Pihaknya berharap debat pilpres yang akan digelar sebanyak lima kali itu dapat memberikan gambaran kepada masyarakat untuk menentukan pilihannya di bilik suara, 17 April 2019 mendatang.

“Tentu saja, kita berharap debat ini sebagai salah satu media kampanye yang menginformasikan kepada masyarakat,” pugkasnya.[mus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close