NATIONAL

PP Muhammadiyah Keluarkan 8 Protokol Penyembelihan Kurban

Indonesiaplus.id – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) menyampaikan protokol penyembelihan hewan kurban.

Warga Muhammadiyah sangat didorong mengalihkan dana kurban untuk membantu masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Menurut Ketua (MCCC) PP Muhammadiyah, Agus Samsudin bahwa melalui Surat Edaran (SE) No. 06/EDR/1.0/E/2020 menyampaikan protokol pelaksanaa sholat Idul Adha dan ibadah kurban. Jika panitia tetap menyelenggarakan pemotongan hewan kurban secara mandiri, maka panitia harus melaksanakan protokol penyembelihan hewan kurban sebagai berikut.

Pertama, kepanitiaan dibentuk dalam jumlah terbatas yang memungkinkan dapat menjaga jarak. Dalam penyembelihan, jika memungkinkan panitia menggunakan jasa tukang sembelih profesional untuk mempercepat proses penyembelihan dan pengelolaan hewan kurban

Kedua, panitia disarankan menambah lokasi penyembelihan atau mengatur waktu penyembelihan untuk mengurangi kerumunan dalam satu waktu dan tempat, ” ujar Agus dalam SE PP Muhammadiyah, Rabu (24/6/2020).

Ketiga, panitia penyembelihan hewan dan pengelolaan daging kurban menggunakan alat pelindung diri seperti masker yang digunakan secara benar menutup mulut dan hidung selama di lokasi, sarung tangan karet baru sekali pakai, menggunakan kacamata pelindung atau face shield, tidak merokok, dan menjaga jarak aman sekitar 1,5-2 meter.

Keempat, seluruh panitia dan warga yang dalam keadaan sakit seperti flu, batuk, demam, sakit tenggorakan dan lain-lain tetap tinggal di rumah. Anak-anak kurang dari 10 tahun dan orang dewasa di atas 50 tahun yang mempunyai penyakit penyerta seperti darah tinggi, jantung, diabetes, penyakit paru-paru, dan lain-lain juga tetap tinggal di rumah.

Kelima, di lokasi pemotongan hewan, panitia melakukan penyemprotan desinfeksi pada semua peralatan yang akan digunakan, baik sebelum dan sesudah proses pemotongan dan pengelolaan daging kurban,” katanya.

Keenam, menurut Agus, sangat dianjurkan agar panitia menyediakan air mengalir, sabun, hand sanitizer, masker, face shield dan sarung tangan karet sekali pakai.

Ketujuh, jika panitia akan mendistribusikan hewan kurban ke tempat atau daerah lain, sebaiknya diberikan dalam bentuk hewan yang belum disembelih, bukan berbentuk daging.

Kedelapan, panitia menyertakan panduan pengolahan daging dalam plastik atau bungkus kemasan daging yang dibagikan kepada jamaah.

“Usai melaksanakan kegiatan, panitia dan warga segera pulang ke rumah dengan melaksanakan protokol kesehatan, cuci tangan sebelum masuk rumah, mandi, ganti pakaian,” ungkapnya.

Selain itu, PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa 1 Zulhijah 1441 H jatuh pada 22 Juli 2020. Hari Arafah pada 9 Zulhijah 1441 H jatuh pada 30 Juli 2020. Idul Adha pada 10 Zulhijah 1441 H jatuh pada 31 Juli 2020.[sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close