Indonesiaplus.id — Kementerian Sosial (Kemensos) menyerahkan bantuan kewirausahaan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) masing-masing senilai Rp5 juta kepada 21 mantan narapidana terorisme (eks napiter) di Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (26/9/2026). Penyerahan bantuan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan Dialog Kebangsaan bertajuk Penguatan Ketahanan Keluarga dan Kemandirian Eks Napiter Pasca Reintegrasi Sosial.
Penyaluran bantuan ekonomi tersebut ditujukan untuk mendukung keberlanjutan reintegrasi sosial dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga para eks napiter sesuai minat serta kemampuan usaha mereka. Bantuan ini merupakan hasil tindak lanjut dari arahan Menteri Sosial saat Dialog Kebangsaan di UIN Datokarama Palu pada 20 April 2026, yang dilanjutkan dengan proses asesmen dan verifikasi lapangan pada 13–14 Mei 2026.
Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang (RSTSKPO) Kemensos, Rachmat Koesnadi, menjelaskan bahwa Kemensos bertugas melakukan pemulihan sosial untuk mewujudkan kembali keserasian dan ketahanan sosial warga. Menurutnya, dialog kebangsaan dan penguatan kearifan lokal menjadi jembatan penting dalam menyelesaikan perbedaan paham radikal.
“Mari kita jaga nilai-nilai kearifan lokal sebagaimana yang ada di Poso ini, yaitu Sintuwu Maroso yang memiliki arti ‘satu hati, satu tujuan’,” ujar Rachmat dalam sambutannya di hadapan sekitar 100 warga Dusun Tamanjeka.
Dukungan senada disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Poso yang hadir mewakili Bupati Poso. Ia menegaskan bahwa dialog kebangsaan sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan sosial dan menjaga kearifan lokal sebagai identitas nasional. Selain itu, Rektor UIN Datokarama Palu, M. Sagir Muhamad Amin, serta Deputi Bidang Deradikalisasi BNPT turut hadir sebagai narasumber untuk memberikan penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Salah seorang penerima manfaat, Soleh, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah. Ia mengungkapkan bahwa modal usaha dari Kemensos sangat membantu kemandirian ekonomi keluarganya pasca-reintegrasi ke masyarakat.
“Kami merasa senang karena diperhatikan dan dilindungi oleh negara,” ungkap Soleh.
Sebelum penyaluran bantuan kewirausahaan ini, Kemensos juga telah menyalurkan bantuan pemenuhan kebutuhan hidup layak berupa paket sembako, alat kebersihan diri, dan perlengkapan ibadah kepada 68 eks napiter di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Poso.[ama]