GLOBAL

Presiden Kunjungi Hong Kong, Ada Kuis dan Dengar Keluhan WNI

Senin, 1 Mei 2017

Indonesiaplus.id – Tak kurang 5.400 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menghadiri acara bertajuk ‘Temu Kangen Presiden RI dan Ibu Negara’ di Asia World Expo Ground, Hong Kong, Minggu (30/4/2017).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya, terlebih dahulu memutari gedung untuk menyapa dan menyalami masyarakat diaspora. Namun, tidak semua sisi dapat disalami mengingat banyaknya undangan yang hadir.

Seperti biasa, temu kangen itu diawali presiden dengan mengadakan kuis berhadiah sepeda. Dua orang yang beruntung adalah Romlah asal Jombang dan Iin asal Kediri. Keduanya dihadiahi sepeda setelah berhasil menjawab tantangan menyebutkan Pancasila.

Setelah berhasil menjawab, Jokowi kembali bertanya. ”Hadiah sepeda akan dikirim ke Jombang atau Hong Kong?” Romlah pun menyebut kata Jombang. Dia kemudian mencatat alamatnya dan diberikan kepada Ajudan Presiden Kolonel Mar Ili Dasili.

Begitu halnya dengan Iin, setelah berhasil menyebut Pancasila dan diberi hadiah sepeda, dia meminta untuk dikirim ke Kediri. Kepada para diaspora di Hong Kong, Jokowi berpesan agar jangan melupakan Pancasila.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden meminta masukan dan keluhan dari masyarakat Indonesia yang berada di Hong Kong. Beragam masukan disampaikan, mulai dari apresiasi atas kinerja rumah sakit di Kulonprogo, keluhan petani Indramayu yang harus menyewa lahan milik pemerintah, hingga mahalnya harga daging, gula dan telur menjelang lebaran.

Selain itu, keluhan lainnya adalah apa yang disampaikan Ina, warga asal Pekalongan. Dia mengungkap bahwa pekerja asal Indonesia yang akan kembali ke Tanah Air dipersulit karena harus mempunyai Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN).

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid hadir mendampingi Jokowi menyebutkan sejak 2015, KTKLN tidak diwajibkan, cukup hanya dengan mempunyai visa kerja dan kontrak kerja.

Usai mendengarkan langsung jawaban Nusron, Presiden menegaskan pihaknya telah memerintahkan kepada semua jajaran untuk tidak lagi menghambat dalam memberikan pelayanan.

“Tolong segera disampaikan pasti ada oknum-oknum yang menghambat. Hal-hal yang mudah menjadi sulit. Tidak boleh seperti itu. Sampaikan saja dicatat, siapa, kantornya di mana. Biar semuanya jelas, saya tidak mau mendengar hal-hal seperti ini lagi,” katanya.

Tingginya harga bahan pokok menjelang lebaran, Jokowi menjelaskan bahwa menjaga keseimbangan tidaklah mudah. Seperti saat musim panen sekarang ini di mana produksi melimpah. Namun, yang dikeluhkan kepada dirinya adalah rendahnya harga gabah dan beras.

“Kondisi yang harus kita kelola, kita hadapi agar masyarakat mendapat keuntungan. Peternak, petani juga mendapatkan keuntungan. Tapi percayalah pemerintah memiliki keinginan yang kuat agar keduanya mendapatkan keuntungan yang sama,” katanya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu, menjelaskan pembangunan yang tengah dilakukan pemerintah saat ini, utamanya di bidang infrastruktur, seperti jalan tol di Sumatera dan Pos Lintas Batas Negara di wilayah perbatasan.

Sejumlah anggota kabinet mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, di antaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, serta acara dimeriahkan oleh penampilan grup musik Slank.[Fat]

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close