GLOBAL

Pada Sidang PBB, Yordania Bakal Galang Dana Pengungsi Palestina

Jumat, 31 Agustus 2018

Indonesiaplus.id – Bulan depan, Yordania siap menggelar penggalangan dana bagi pengungsi Palestina di sela Sidang Majelis Umum (MU) PBB di New York, AS.

Dari dana terkumpul akan diserahkan ke UN Relief and Works Agency for Palestine Refugees (UNRWA) agar badan PBB yang khusus mengurus pengungsi Palestina ini tetap bisa beroperasi usai AS mengumumkan pemangkasan bantuan tahunan hingga US$ 300 juta.

Menurut Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi, Kamis (30/8/2018), pertemuan penggalangan dana dijadwalkan pada 27 September.

Event di sela Sidang MU PBB di New York tersebut bertujuan ‘’menutup lubang pendanaan UNRWA, sehingga badan ini tetap bisa menjalankan programnya hingga beberapa tahun mendatang”.

‘’Upaya penggalangan dana itu sekaligus menegaskan UNRWA merupakan organisasi bentukan Majelis Umum PBB, dengan peran yang jelas serta pasti, dan peran ini harus berlanjut,” ujar Safadi.

Mendampingi Safadi, Direktur UNRWA Pierre Krahenbuhl menyatakan, untuk menjalankan program hingga akhir tahun ini, badan yang dipimpinnya membutuhkan US$ 200 juta.

‘’Kita berbicara tentang manusia. Kami tidak bisa mengabaikan begitu saja harapan 5,3 juta pengungsi Palestina. Orang-orang ini punya hak dan selama beberapa tahun hingga kini, selama beberapa dasawarsa, menghadapi penderitaan serta ketidakadilan yang begitu besar,” katanya.

Didirikan pada 1949 untuk membantu 750 ribu pengungsi Palestina seiring pendirian Israel, saat ini UNRWA menyokong sekitar 5 juta pengungsi Palestina terdaftar serta menyediakan pendidikan bagi 526 ribu anak-anak pengungsi di wilayah Palestina, Lebanon, Suriah, dan Yordania.

Namun, UNRWA menyatakan saat ini dana yang dimiliki hanya cukup untuk menjalankan 711 sekolah hingga bulan depan.

‘’Menjelang akhir September, UNRWA sama sekali tidak punya uang,” ungkap Jubir UNRWA Chris Gunness, Rabu (29/8/2018).

Tahun ini pemerintahan AS pimpinan Presiden Donald Trump hanya berkontribusi US$ 60 juta ke UNRWA. Angka ini jauh menurun ketimbang kontribusi mereka tahun lalu yang mencapai lebih dari US$ 360 juta.

Pekan lalu Washington mengumumkan pemangkasan tambahan US$ 200 juta atas bantuan Palestina untuk sejumlah program di Gaza dan Tepi Barat.

Sementara itu, hubungan Washington dengan Otoritas Palestina terjun bebas ke titik terendah, Desember lalu, saat Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ‘’Ibu Kota Israel”.

Pada Mei tahun ini, AS resmi memindahkan kedutaan besarnya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Merespon putusan Trump, kepemimpinan Palestina menghentikan seluruh kontak dengan pemerintah AS serta menyatakan Washington tidak bisa lagi memainkan peran utama sebagai mediator proses perdamaian Palestina-Israel.[Fat]

Related Articles

Back to top button