GLOBAL

Mahathir Mohamad Kalah Versi Hitung Cepat Pemilu Malaysia

Indonesiaplus.id – Dalam pemilihan Perdana Menteri Malaysia, Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad berada di urutan keempat dari lima kandidat.

Kondisi itu membuat Mahathir kehilangan kursi parlementernya dan kemungkinan mengakhiri kariernya sebagai politisi senior Malaysia.

Seperti dikutip AFP, Ahad (20/11/2022), Mahathir kalah di daerah pemilihannya yang telah lama dipegangnya di Langkawi dan merupakan kekalahan elektoral pertama Mahathir lebih dari setengah abad.

Mahathir mendaftarkan diri sebagai calon PM Malaysia di kantor pemerintah Kuah, Kabupaten Langkawi. Saat tiba, puluhan pendukung Mahathir menyambutnya dengan sorak sorai. Mereka terlihat membawa bendera partai bentukan eks PM itu, Partai Pejuang Tanah.

“Saya masih berdiri dan berbicara dengan Anda, saya kira saya bisa membuat alasan yang masuk akal,” ujar Mahathir di depan kantor itu, seperti dikutip AFP.

Saat itu Mahathir juga yakin dirinya masih memiliki peluang yang bagus untuk maju dalam pemilu Malaysia meski usianya kini sudah 97 tahun.

Lebih lanjut, ia menerangkan tak akan membentuk aliansi dengan partai yang dipimpin penjahat. Kata ini merujuk pada Partai Malaysia Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) yang berkuasa saat ini.

Sejarah mencatat bahwa Mahathir dua kali menjabat sebagai PM Malaysia. Periode pertama Mahathir berlangsung pada 1981 hingga 2003. Lalu, pada 2018, Mahathir terpilih lagi menjadi PM Malaysia.

Sementara di sisi lain, Pemimpin Pakatan Harapan Anwar Ibrahim bersaing ketat dengan pemimpin Partai Perikatan Nasional Muhyiddin Nasin dalam hitung cepat pemilihan umum (Pemilu) Malaysia pada Sabtu (19/11/2022).

Mengekor di belakang, Koalisi Barisan Nasional yang terdiri dari Partai Organisasi Malasyia Bersatu (UMNO), Kongres India-Malaysia (MIC), dan Partai Persatuan Tionghoa (MCA).[mar]

Related Articles

Back to top button