TECHNOLOGY

Lyra Puspa: Neurosains Efektif Dipakai untuk Bisnis dan Organisasi

Sabtu, 29 April 2017

Indonesiaplus.id – Di Indonesia, penerapan neurosains masih dipandang sangat minim. Bahkan, cenderung menjadi domain kedokteran dan psikologi. Di luar negeri penerapannya sudah masuk di bidang bisnis dan organisasi.

Dalam neurosains dijelaskan perilaku manusia dari sudut pandang aktivitas yang terjadi di otak. Ilmu ini semula lebih banyak dipakai untuk kalangan medis. Tapi saat ini, mulai diterapkan dalam industri, maupun praktek kepemimpinan organisasi.

Sistem neuron atau sel saraf adalah unit paling kecil dari sistem saraf yang menerima dan membawa sinyal melalui kerja listrik dan kimiawi. Sistem listrik dan kimiawi yang terjadi di tingkat neuron inilah yang memiliki hubungan yang sangat erat antara otak dengan pikiran dan perilaku manusia.

Jika diterapkan optimal dalam bidang terakhir tersebut, maka neurosains akan sangat berguna dalam melahirkan sebuah pemimpin organisasi yang melahirkan keputusan yang bagus.

“Di kalangan marketer, neurosains sudah sangat penting. Kalau sang pemasar itu mengetahui pendekatan ini dengan kuat, maka dia bisa tahu perilaku dan akhirnya bisa mengambilan keputusan pembelian,” ujar Ketua Umum Asosiasi Sinergi Terapan Neurosains Indonesia atau Sintesa, Lyra Puspa dalam keterangan tertulis, kemarin.

Penerapan neurosains bisa bermanfaat dalam bidang kepemimpinan. Menurut doktor penerapan neurosains Canterbury Christ Church University, Inggris itu, bahwa pemimpin organisasi harus benar-benar bisa melahirkan sebuah hal yang brilian dan bermanfaat bagi publik atau masyarakat.

“Mereka akan lebih paham apa kerja otak dan bisa mengambil keputusan yang lebih tepat,” kata perempuan berjilbab yang mendirikan Vanaya Coaching Institute itu.

Sebagai upaya membumikan neurosains di Indonesia, ia menjadi salah satu pengagas Sintesa. Sintesa sebagai wadah untuk menyatukan beberapa insan dari berbagai latar belakang untuk mendalami pemanfaatan neurosains.

Saat ini, sintesa terdiri dari para praktisi neurosains, dokter, guru, akademisi, pengusaha, pelatih (coach), praktisi SDM, untuk menggulirkan manfaat tersebut. “Kami ingin dengan neurosains itu Indonesia maju,” harapnya.[Sam]

 

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close