POLITICS

Di Tengah Isu Disingkirkan, Gus Yasin Siap Jadi Ketum PPP Dengan Syarat Ini

Indonesiaplus.id – Perhelatan Muktamar IX PPP memunculkan kabar ‘disingkirkannya’ Taj Yasin Maimoen dari bursa kandidat ketua umum dari partai berlambang Kabah itu.

Sosok yang karib disapa Gus Yasin menjawab jika dirinya mendapat tawaran tapi akan mengajukan sejumlah syarat wajib yang harus dipenuhi.

“Saya beri syarat-syarat agar syarat itu bisa diterima pengurus DPP dan ini harus ada pembicaraan,” ungkap Gus Yasin di Jakarta, Ahad (21/12/2020) malam.

Pembicaraan penting, kata Gus Yasin, tidak hanya ada kesan meminta tanpa ada pembicaraan serius. Kelak jika ia berada di kepengurusan akan memudahkan kinerja.

”Jadi, jika itu yang saya usulkan tidak terima, berarti saya di dalam hanya supaya saya diam saja,” tandas anak ulama kharismatik KH Maimoen Zubair ini.

Soal apa syaratnya, ia menyebut yang mutlak pertama adalah revitalisasi Majelis ‘Ala PPP. Majelis mempunyai wewenang tertinggi yang bisa menegur ketua.

PPP merupakan partai belandaskan Islam, amar makruf nahi mungkar, sudah sepatutnya Majelis ‘Ala diduki kiai bukan politisi dari orang luar pesantren.

“Hal itu syarat wajib dan utama semisal di NU ada Syuriah, Tanfidziyah, dan di partai lain ada seperti itu. Ini lebih-lebih partai Islam, maka harus dinakhodai ulama,” tandas Wakil Gubernur Jawa Tengah ini.

Harapan Gus Yasin ke DPP kelak agar kader dari PPP dari pusat hingga cabang sinkron tidak seperti saat ini. Ia mencontohkan soal penentuan calon diusung dalam pilkada. Kader di daerah mengusulkan ‘A’ tetapi justru DPP merekomendasikan ‘B’.

Ke depan, ia tidak ingin hal semacam ini terjadi lagi sebab mencederai kader dan mereka sudah pintar tidak seperti dulu, menurut apa kata politisi pusat.

“Dari pengurus daerah bisa membaca dan jika itu diteruskan, marwah simpati ini partai Islam akan sulit diterima masyarakat,” pungkasnya.[mus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close